Pernah merasa kepala terus berpikir, bahkan untuk hal-hal yang belum tentu terjadi?
Di zaman modern, kita sering diajak percaya bahwa pikiran bisa mengubah segalanya.
Cukup berpikir positif, hidup akan membaik. Cukup yakin, masalah akan selesai. Cukup bertahan, hubungan yang melelahkan akan berubah indah.
Namun, bagaimana jika tidak semua pikiran layak dipercaya?
Dalam The Age of Magical Overthinking, Amanda Montell mengajak pembaca menyelami cara kerja pikiran manusia yang sering terlihat masuk akal, padahal diam-diam sedang menipu kita.
Dengan gaya yang cerdas, jenaka, dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini membongkar bagaimana bias kognitif bisa memengaruhi keputusan, hubungan, cara memandang orang terkenal, bahkan cara kita menilai diri sendiri.
Buku ini bukan sekadar membahas overthinking, tetapi mengajak Anda memahami mengapa pikiran bisa begitu berisik, mengapa kita sulit melepas sesuatu yang sudah menguras tenaga, dan mengapa manusia sering mencari makna di tempat yang sebenarnya penuh ilusi.
Amanda Montell menulis dengan sentuhan kritik budaya, kisah pribadi, dan analisis psikologi populer yang membuat pembahasan terasa ringan, relevan, dan mudah dinikmati.
Anda akan diajak melihat bahwa berpikir jernih bukan berarti berhenti merasa, melainkan belajar mengenali kapan pikiran sedang membantu dan kapan ia justru mempermainkan.
Jika selama ini hidup terasa penuh tekanan, informasi, ekspektasi, dan kebisingan batin, buku ini bisa menjadi bacaan yang menenangkan sekaligus membuka mata.
The Age of Magical Overthinking hadir untuk siapa pun yang ingin memahami pikirannya sendiri dengan lebih bijak, lebih waras, dan lebih manusiawi.
Miliki bukunya sekarang, dan mulai temukan cara baru untuk berdamai dengan pikiran yang terlalu ramai.