Islam hadir membawa rahmat bagi seluruh alam. Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad Saw. menunjukkan bahwa keimanan tidak berhenti pada perkataan, tetapi diwujudkan melalui keadilan, kasih sayang, dan keberpihakan kepada mereka yang lemah.
Namun, di tengah berbagai persoalan sosial, muncul sebuah pertanyaan penting: sejauh mana nilai-nilai tersebut telah hadir dalam upaya mengatasi ketidakadilan, kemiskinan, dan kebodohan?
Buku Teologi Kiri karya Abdul Munir Mulkhan mengajak pembaca melihat ajaran Islam dari sudut pandang kemanusiaan dan perubahan sosial.
Buku ini membahas bagaimana pemikiran keagamaan dapat berperan dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok mustadh’afin atau mereka yang dilemahkan oleh keadaan.
Dikembangkan dari tesis magister penulis dalam bidang Sosiologi di Universitas Gadjah Mada, buku ini menguraikan proses sosiologis dan mobilitas sosial di kalangan umat Islam, terutama masyarakat santri.
Pembahasannya menghubungkan teologi dengan dinamika sosial, politik Islam, serta masa depan umat.
Kuntowijoyo menilai buku ini penting dibaca oleh pengamat politik Islam, pemimpin umat, dan siapa saja yang terlibat dalam perkembangan Islam pada masa depan.
Bukan sekadar bacaan tentang agama, Teologi Kiri menawarkan ruang refleksi mengenai bagaimana nilai ketuhanan dapat berjalan bersama perjuangan membangun kehidupan yang lebih adil dan manusiawi.
Miliki buku Teologi Kiri sekarang dan temukan perspektif yang menggugah tentang hubungan antara iman, kemanusiaan, dan perubahan sosial.