TAN : SEBUAH NOVEL SEJARAH YANG MENGUNGKAP SISIK-MELIK KEHIDUPAN TAN MALAKA, SALAH SATU SOSOK TERPENTING DALAM KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, BAPAK BANGSA YANG TERLUPAKAN

-
Pada tahun 1926-1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan.


Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan.


Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri-negeri koloni di Asia Tenggara dan Tiongkok.


Sementara di Tanah Air, muncul sosok revolusioner lain bernama Sukarno.


Tetapi, semua upaya perlawanan terhadap pemerintah kolonial tak lepas dari intaian agen intelijen pemerintah.


Berkongsi dengan dinas intelijen Siam, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, mereka merancang muslihat untuk menumpas gerakan perlawanan seakar-akarnya.


Sasaran utamanya tak lain adalah Tan Malaka, sosok paling berbahaya bagi pemerintah.


Dari negeri ke negeri Tan terus berkelit dari kejaran.


Akan tetapi, di sela-sela teror yang mengancam, persahabatan dan cinta kasih pun mekar.


Novel sejarah ini mengisahkan perjuangan Tan Malaka, tokoh sentral perjuangan kemerdekaan kaum pribumi, bersama sekelompok pemuda untuk membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan, menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan mampu melampaui ketakutan pada ancaman penjara, pembuangan, hingga kematian, membawa kita pada suatu masa ketika gagasan Indonesia Raya mulai tumbuh bersemi.

Sekilas Tentang Penulis

Hendri Teja (lahir di Jakarta, 28 April 1983; umur 37 tahun) adalah seorang penulis berkebangsaan Indonesia.


Orang tuanya berasal dari Pariaman, Sumatera Barat.


Beberapa tulisannya disiarkan di pelbagai media massa, baik cetak maupun online.


Belakangan tulisannya lebih terfokus kepada isu-isu perburuhan.


Beberapa karya lelaki keturunan Minangkabau ini pernah menyabet juara dalam pelbagai event menulis tingkat daerah maupun nasional.


Saat ini menjadi peneliti di Sang Gerilya Institute (S@GI), Redaksi portal berita online PipNews dan aktif sebagai Sekretaris Jenderal PB Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (GASBIINDO).


Setelah berpindah-pindah kota, akhirnya memutuskan untuk menetap di Bogor, Jawa Barat.

Karya

  • Suara Rakyat Suara Tuhan (nonfiksi, Serambi, 2020)
  • Iblis-Iblis Capres (Novel, Tenojava, 2019)
  • Tan: Gerilya Bawah Tanah (Novel, Javanica, 2017)
  • Harry Azhar Azis, Amanah Sampai Akhir (Biografi, Sang Gerilya Indonesia, 2016)
  • Tan: Sebuah Novel (Novel, Javanica, 2016)
  • Kunci Republik (Cerpen, Leutikaprio, 2011)
  • Ketika Pemuda Membangun Masyarakatnya (Cerpen, Kemenpora, 2011)
  • Pemuda dan Semangat Pembaharuan (Esai, KNPI Sumbar, 2009)

Penghargaan

  • Penghargaan Sastra Kategori Novel Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017)
  • Tiga Besar Buku Prosa Terbaik Pilihan Majalah Tempo (2016)
  • Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (2010)
  • Penghargaan Penulis Muda Minangkabau dari KAMMI Sumatra Barat (2007)
  • Pemenang utama Lomba Menulis Cerpen Lustrum ke-5 Fakultas Sastra Universitas Andalas (2007)
  • Pengarang Berbakat dari Dewan Kesenian Jakarta-Tabloid Parle (2007)
-

Daftar Isi

-

Spesifikasi Buku

-
Judul : TAN (Geriliya Bawah Tanah)

Penulis : Hendri Teja

Halaman : 505 Halaman

Ukuran : 14 x 21 cm

Sampul : Soft Cover

ISBN : 978-602-6799-28-9

Penerbit : Javanica

Kenapa Kamu Harus Memiliki Buku Ini?

Membaca novel ini menjadi pembuktian apa yang sebelumnya pernah dinyatakan Sukarno bahwa menjadi kiri tidak perlu komunis.
Novel sekuel dari Tan: Gerilya Bawah Tanah tidak sebatas berkutat pada narasi sejarah. Penulis piawai mengupas suasana kebatinan para tokohnya.
Pebedaan dengan seri sebelumnya, novel ini lebih keras dalam menyampaikan pesan-pesan perjuangan. Penokohannya disajikan secara proporsional. Bukan cuma riwayat Tan Malaka yang dikupas, para aktivis kiri lainnya juga mendapat tempat terhormat dalam novel ini.
Sukarno mendapat tempat khusus yakni ditunjukannya proses pengembangan karakter beliau dari mulai mahasiswa sekolah teknik, hingga menjadi pemimpin rakyat, dan hubungannya dengan Tan Malakaa diceritakan mesra secara intelektual, kendati mereka tak pernah bertatap muka.
Novel ini mengeksplorasi tempat-tempat yang berkaitan dengan perjuangan ini dengan sangat apik. Tempat tersebut di antaranya : suasana Hindia Belanda, Semenanjung Malaya, Thailand, Filipina sampai negeri Cina pada kurun waktu 1927-1935. Kita seakan dibawa masuk pada peristiwa di dalamnya

Testimoni Pelanggan Kami

-
-
-

Berapa Harga Untuk Buku Langka Ini?

Berapa Harganya?

318.000

Khusus Hari ini Saja!!



DISKON 50%



Hanya 159 Ribu



Promo akan berakhir dalam :

3JAM
3MENIT
10DETIK

SEGERA PESAN SEKARANG KARENA PROMO TERBATAS DAN AKAN BERAKHIR TANPA ADA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DULU!!

-

SEBAGIAN KEUNTUNGAN AKAN DIGUNAKAN UNTUK

AKTIFITAS SOSIAL DAN DIWAKAFKAN PADA YANG BERHAK

MEMBELI SAMA DENGAN BERWAKAF

Garansi dan Pengiriman

-
Bisa COD / Bayar Di Tempat
Malas ke ATM dan tidak Punya Internet Banking..? atau Anda lebih nyaman bayar ketika barang sudah sampai? Tenang.. dengan berbelanja di toko kami, Anda bisa membayarnya setelah barang sampai alias COD. Transaksi Dijamin 100% AMAN!
-
Garansi Uang Kembali
Apabila barang yang di terima cacat / rusak / tidak sesuai gambar / tidak sesuai pesanan, bisa dikembalikan / direturn. Dan Garansi 100% Uang Kembali, jika barang tidak sampai.
-