Ada masa ketika alam dipahami melalui dugaan dan spekulasi.
Kemudian lahirlah cara berpikir baru yang mengandalkan pengamatan, eksperimen, matematika, dan pencarian hukum alam.
Sejak itu, sains tidak hanya melahirkan berbagai penemuan, tetapi turut mengubah arah peradaban manusia.
Dalam buku Sains dan Peradaban Modern, Alfred North Whitehead mengajak pembaca menelusuri perjalanan intelektual dari Copernicus, Galileo, dan Newton hingga munculnya teori relativitas serta teori kuantum.
Perjalanan tersebut membuka pemahaman baru tentang fakta, sebab-akibat, ruang, waktu, materi, kehidupan, dan alam semesta.
Namun, apakah segala sesuatu cukup dijelaskan melalui rumus dan hasil laboratorium?
Whitehead menunjukkan bahwa di balik setiap kemajuan ilmiah selalu terdapat pertanyaan filosofis yang tidak mudah dijawab.
Melalui pembahasan mengenai kritik Hume, materialisme ilmiah, abstraksi, hubungan sains dan agama, hingga gagasan tentang Tuhan, pembaca diajak melihat kekuatan sekaligus batas-batas pemikiran ilmiah.
Inilah buku yang mempertemukan sejarah sains dengan filsafat secara mendalam.
Bukan sekadar membicarakan penemuan, tetapi mengungkap bagaimana sains membentuk keyakinan manusia tentang kenyataan dan menentukan arah kemajuan dunia modern.
Sangat relevan bagi mahasiswa, akademisi, pendidik, peneliti, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara ilmu pengetahuan, filsafat, agama, dan peradaban dengan sudut pandang yang lebih luas.
Miliki buku Sains dan Peradaban Modern karya Alfred North Whitehead sekarang, lalu temukan kisah besar di balik lahirnya cara berpikir yang membentuk dunia hari ini.