Ada pengalaman yang tidak mudah dijelaskan: sesuatu terasa mengganggu, menjijikkan, atau menakutkan, tetapi justru terus menarik perhatian.
Reaksi tersebut ternyata bukan sekadar persoalan kebersihan atau selera.
Di baliknya terdapat batas-batas tentang identitas, ketertiban, moralitas, dan cara manusia memahami dirinya.
Dalam Powers of Horror, Julia Kristeva memperkenalkan konsep abjection atau kehinaan sesuatu yang dianggap mengacaukan batas antara diri dan yang bukan diri, antara pantas dan terlarang, serta antara keteraturan dan kekacauan.
Melalui perpaduan filsafat, psikoanalisis, sastra, agama, dan kritik budaya, Kristeva mengajak pembaca menyelami sumber rasa jijik, takut, rendah, dan terasing.
Ia memperlihatkan bagaimana kejahatan, pelanggaran aturan, ambiguitas, bahkan bahasa dapat menyingkap kerapuhan sistem yang selama ini dianggap kokoh.
Buku ini tidak menawarkan jawaban instan.
Ia membuka ruang berpikir yang lebih tajam: mengapa manusia menolak sesuatu, bagaimana masyarakat membentuk batas, dan apa yang terjadi ketika batas tersebut dilanggar.
Bagi pembaca filsafat, psikologi, sastra, kajian budaya, dan ilmu sosial, Powers of Horror merupakan karya penting untuk memahami sisi paling gelap sekaligus kompleks dalam pengalaman manusia.
Sebuah bacaan yang menantang, tetapi mampu mengubah cara memandang ketakutan, identitas, dan kekuasaan.
Miliki Powers of Horror sekarang dan temukan pemikiran Julia Kristeva yang membuka lapisan tersembunyi di balik rasa takut, jijik, serta batas-batas kehidupan manusia.