Data pribadi sering kita berikan begitu saja. Nomor KTP, nomor rekening, alamat, nomor HP, hingga akun digital terasa seperti hal biasa, sampai suatu hari data itu disalahgunakan.
Di era internet, ancaman tidak selalu datang dari teknologi canggih.
Banyak kasus kebocoran data justru berawal dari celah paling dekat dengan kita, yaitu kelengahan manusia.
Bukan hanya sistem yang bisa ditembus, tetapi juga kepercayaan, rasa penasaran, kepanikan, dan kebiasaan kita saat menerima pesan atau tautan tertentu.
Buku Perlindungan Hak Digital karya Dr. Sayid Muhammad Rifqi Noval, S.H., M.H.; Soecipto, S.T., M.H.; dan Ahmad Jamaludin, S.H., M.H. hadir untuk membuka pemahaman tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan ancaman social engineering dalam kehidupan digital.
Buku ini membahas bagaimana serangan siber tidak selalu membutuhkan kemampuan IT tingkat tinggi atau alat khusus.
Melalui teknik seperti phishing, Nigerian scam, baiting, quid pro quo, dumpster diving, shoulder surfing, hingga femme fatale, pelaku dapat mengeksploitasi sisi manusia melalui manipulasi, bujukan, penipuan, dan persuasi.
Dengan pendekatan historis, penelusuran kasus, serta pembahasan potensi masalah hukumnya, buku ini membantu pembaca memahami bahwa perlindungan hak digital bukan hanya urusan ahli teknologi, tetapi kebutuhan setiap orang yang hidup di dunia digital.
Menariknya, buku ini juga dilengkapi QR Code yang memudahkan pembaca menelusuri materi lanjutan, mulai dari peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, video, hingga artikel terkait.
Jika Anda ingin lebih sadar, lebih waspada, dan lebih memahami cara melindungi hak digital di tengah risiko kebocoran data dan manipulasi siber, buku ini layak menjadi bacaan penting.
Miliki Perlindungan Hak Digital sekarang, dan pahami cara menjaga diri di dunia digital sebelum kelengahan kecil berubah menjadi masalah besar.