Kita hidup di tengah dunia yang sering menilai tindakan dari hasil akhirnya.
Selama menguntungkan dianggap baik, selama diterima masyarakat, dianggap benar.
Namun, apakah moral memang hanya soal kebiasaan, aturan, atau kalkulasi untung-rugi?
Buku Intuisi Moral karya Yahya Muhammad mengajak pembaca menembus lapisan terdalam etika.
Buku ini menunjukkan bahwa moral bukan sekadar produk adat, tekanan sosial, atau proyeksi psikologis.
Moral memiliki dasar rasional yang dapat ditangkap melalui akal, intuisi, dan kesadaran manusia.
Pembaca diajak memahami bahwa etika tidak hanya menilai tindakan yang tampak, tetapi juga niat yang tersembunyi di baliknya. Karena itu, nilai dan kewajiban tidak dapat dipisahkan dari realitas kehidupan.
Buku ini juga membedah pemikiran Kant mengenai kewajiban moral.
Ketegasan rasionalitasnya tetap dihargai, tetapi formalisme yang terlalu kaku dikritisi agar etika mampu menghadapi benturan kewajiban dan konflik nilai di dunia nyata.
Lebih jauh, Intuisi Moral menggugat anggapan bahwa sains bersifat sepenuhnya netral.
Kejujuran, amanah, dan tanggung jawab justru menjadi syarat agar pengetahuan dapat dipercaya.
Dengan demikian, etika bukan sekadar pelengkap sains, melainkan fondasi yang membuatnya mungkin.
Melalui pemetaan antara etika perilaku dan etika batin, buku ini membantu pembaca melihat moral sebagai sistem hidup yang utuh, kokoh, sekaligus relevan bagi manusia modern.
Bukan hanya untuk memahami apa yang benar, tetapi untuk mengetahui mengapa sesuatu wajib dilakukan.
Miliki buku Intuisi Moral sekarang dan temukan landasan etika yang lebih dalam untuk membaca manusia, ilmu pengetahuan, agama, dan kehidupan.