Di zaman sekarang, begitu mudah menemukan berbagai penafsiran Al-Qur'an melalui buku, ceramah, maupun media sosial.
Namun, tidak semua penafsiran memiliki sumber dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lalu, bagaimana cara membedakan tafsir yang memiliki dasar kuat dengan penafsiran yang mengandung riwayat lemah atau pemikiran yang dipaksakan?
Inilah pentingnya memahami ilmu kritik tafsir agar kita tidak mudah menerima setiap penjelasan tanpa memeriksa landasan keilmuannya.
Temukan pembahasannya dalam buku Metode Kritik ad-Dakhil fit-Tafsir karya Dr. Muhammad Ulinnuha, terbitan Qaf Media.
Buku ini mengajak pembaca mengenal fenomena ad-dakhil, yaitu masuknya unsur-unsur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ke dalam penafsiran Al-Qur'an.
Menariknya, buku ini tidak hanya menjelaskan persoalan dalam dunia tafsir, tetapi juga membahas metode untuk mengenali dan mengkritisi penafsiran yang bermasalah.
Pembaca diajak memahami sejarah munculnya unsur-unsur tersebut, persoalan riwayat Isra'iliyyat, hingga pengaruh pemikiran tertentu dalam penafsiran Al-Qur'an.
Karena memahami Al-Qur'an bukan sekadar mengetahui arti ayat, tetapi juga memahami bagaimana para ulama menafsirkan dan menilai sumbernya.
Dengan pembahasan yang sistematis, buku ini menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, ustaz, peneliti, dan siapa saja yang ingin memperdalam ilmu tafsir.
Jangan hanya menerima sebuah penafsiran karena terdengar meyakinkan. Pelajari juga dasar ilmu dan metode yang digunakan!
Perluas wawasan keislaman melalui karya yang membahas pentingnya ketelitian dalam memahami tafsir Al-Qur'an.
Miliki buku Metode Kritik ad-Dakhil fit-Tafsir karya Dr. Muhammad Ulinnuha sekarang juga!