Mengapa putusan pengadilan sering memicu perdebatan publik?
Mengapa hakim kerap dianggap terlalu aktif, atau sebaliknya, terlalu menahan diri?
Di balik setiap putusan besar, ada peran kekuasaan kehakiman yang jauh lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan.
Melalui buku Kekuasaan Kehakiman, Zainal Arifin Mochtar mengajak pembaca memahami dinamika judicial activism dan judicial restraint yang muncul seiring pengadilan diberi peran sebagai penafsir konstitusi.
Ditulis dengan alur yang mengalir dan argumentasi yang tajam, buku ini membuka wawasan tentang bagaimana prinsip supremasi konstitusi ditegakkan melalui peran pengadilan.
Bayangkan Anda mampu memahami mengapa pengadilan memiliki posisi strategis dalam negara demokrasi, bagaimana tafsir konstitusi membentuk arah hukum, serta mengapa perdebatan ini tak pernah benar-benar selesai.
Buku ini membantu Anda melihat kekuasaan kehakiman bukan sekadar institusi, melainkan penjaga keseimbangan demokrasi konstitusional.
Dengan merujuk pada praktik konstitusional, termasuk kasus bersejarah Marbury v. Madison, buku ini menyajikan analisis akademik yang tetap dapat dipahami oleh pembaca non-hukum.
Cocok bagi praktisi, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami fondasi kekuasaan kehakiman secara lebih mendalam dan rasional.
Jika Anda ingin memahami hukum, konstitusi, dan peran hakim secara utuh tanpa terjebak jargon yang kaku, Kekuasaan Kehakiman adalah bacaan yang layak dimiliki.
Dapatkan bukunya sekarang, dan bangun pemahaman yang lebih jernih tentang bagaimana keadilan dan konstitusi dijaga di negara demokrasi.