Pengadilan bukan sekadar ruang sidang yang diisi hakim, panitera, penuntut umum, advokat, serta para pihak yang bersengketa.
Di dalamnya berlangsung proses hukum yang dapat menentukan hak, kewajiban, bahkan masa depan seseorang.
Namun, siapakah sesungguhnya tokoh sentral dalam proses tersebut?
Hakim menempati posisi yang sangat khusus. Ia tidak hanya membaca aturan, tetapi juga dituntut memahami perkara, mempertajam analisis, menemukan hukum, dan menghadirkan putusan yang mampu menjawab rasa keadilan.
Buku Judicial Activism: Edisi Revisi karya Safri Abdullah mengajak pembaca melihat lebih dekat bagaimana hakim menjalankan perannya di tengah luasnya dimensi hukum.
Sebab, menyamakan hukum hanya dengan apa yang diputus pengadilan berpotensi mendorong cara berpikir pragmatis, seolah putusan cukup dibuat berdasarkan bunyi aturan semata.
Padahal, perkembangan masyarakat terus melahirkan persoalan yang semakin kompleks.
Kondisi ini menuntut hakim untuk terus belajar, menjelajahi berbagai referensi, memahami realitas sosial, dan mempertajam pisau analisisnya dalam menemukan hukum.
Sebagai Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Safri Abdullah menghadirkan pembahasan judicial activism melalui sudut pandang yang berbeda.
Hakim dan peradilan tidak hanya dipotret dari sisi normatif, tetapi juga melalui optik sosiologis yang membantu pembaca memahami hubungan antara hukum, pengadilan, dan dinamika masyarakat.
Buku ini layak dibaca oleh hakim, akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin memahami peran penting hakim dalam perkembangan hukum dan pencarian keadilan.
Jangan berhenti memahami hukum hanya dari teks peraturan. Miliki Judicial Activism: Edisi Revisi dan perluas cara pandang Anda terhadap hakim, putusan, serta wajah keadilan di ruang pengadilan.