Ada satu suara yang sering kita abaikan karena terlalu akrab.
Ada satu hati yang kerap kita lukai karena selalu memaafkan.
Dialah ibu—sosok yang mengandung dalam kelemahan, merawat tanpa mengenal lelah, dan mencintai tanpa meminta balasan.
Di tengah kesibukan hidup, terkadang perhatian kepada ibu tertunda.
Sapaan menjadi semakin jarang, perkataan tanpa sadar terasa menyakitkan, sementara waktu terus berjalan dan kesempatan untuk membahagiakannya tidak selalu menunggu.
Buku Jangan Lukai Hati Ibumu karya Suparno Achmad hadir sebagai pengingat yang menyentuh tentang kemuliaan seorang ibu dan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua.
Berlandaskan hadis Rasulullah SAW serta ayat-ayat Al-Qur’an, buku ini mengajak pembaca memahami mengapa ibu memperoleh kedudukan begitu istimewa dalam Islam.
Setiap pembahasannya dapat menjadi cermin untuk melihat kembali sikap, ucapan, dan perhatian yang selama ini diberikan kepada ibu.
Bukan untuk menambah rasa bersalah, melainkan untuk membuka jalan memperbaiki hubungan selagi kesempatan masih ada.
Sebab kebahagiaan ibu mungkin tidak membutuhkan sesuatu yang mahal.
Terkadang, ia hanya menunggu kabar, perhatian sederhana, ucapan lembut, dan kehadiran anak yang dirindukannya.
Jangan biarkan penyesalan datang ketika pelukan itu tak lagi dapat dirasakan.
Miliki buku Jangan Lukai Hati Ibumu sekarang, baca dengan hati, lalu mulailah menghadirkan kebahagiaan untuk ibu melalui tindakan nyata.