Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari aturan. Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa sebuah peraturan dinilai sah, sementara aturan lainnya dapat dibatalkan atau dinyatakan tidak berlaku?
Jawabannya terletak pada hierarki norma hukum.
Norma hukum bukan sekadar aturan tertulis.
Ia lahir dari kehidupan masyarakat, dibentuk oleh lembaga yang berwenang, serta memiliki konsekuensi bagi setiap pelanggaran.
Hukum pun baru menjalankan fungsinya ketika manusia berinteraksi, membuat keputusan, dan membangun kehidupan bersama.
Melalui buku Hierarki Norma Hukum, Naufal Yusuf Maula Muhammad mengajak pembaca memahami tingkatan norma yang menjadi dasar dalam menilai validitas dan keberlakuan suatu aturan di Indonesia.
Pemahaman ini penting karena setiap peraturan tidak berdiri sendiri. Ada susunan, hubungan, dan batas kewenangan yang harus diperhatikan agar aturan yang dibentuk tidak bertentangan dengan norma yang lebih tinggi.
Hierarki hukum menjadi alat ukur untuk menjaga keselarasan peraturan sekaligus memastikan setiap tindakan hukum memiliki legitimasi yang sah.
Buku ini membantu pembaca melihat hukum secara lebih sistematis, bukan hanya sebagai kumpulan pasal, melainkan sebagai bangunan norma yang saling berkaitan dan memiliki kedudukan berbeda.
Disusun sebagai referensi akademik sekaligus bahan refleksi, buku ini relevan bagi pembuat kebijakan, praktisi hukum, akademisi, mahasiswa, serta siapa saja yang ingin menelaah pembentukan dan penerapan hukum secara lebih kritis dan konstruktif.
Karena sebelum menilai sebuah aturan, kita perlu memahami dari mana kewenangannya berasal dan di mana kedudukannya berada.
Miliki buku Hierarki Norma Hukum sekarang dan bangun pemahaman yang lebih kuat mengenai susunan norma dalam sistem hukum Indonesia.