Apa jadinya jika manusia terlalu percaya pada kecerdasannya sendiri hingga lupa pada tanggung jawab moral?
Frankenstein: Kesombongan Manusia Modern mengajak Anda memasuki kisah kelam tentang ambisi, penciptaan, dan harga mahal yang harus dibayar ketika batas kemanusiaan dilanggar.
Melalui tokoh Victor Frankenstein, seorang ilmuwan muda dari Jenewa, Anda diajak menyaksikan keberhasilan luar biasa yang berubah menjadi malapetaka.
Penciptaan makhluk hidup dari potongan tubuh manusia bukanlah akhir dari pencarian ilmu, melainkan awal dari rangkaian tragedi yang lahir dari pengabaian dan ketakutan.
Novel ini tidak hanya berkisah tentang monster, tetapi tentang manusia.
Makhluk ciptaan Frankenstein tumbuh dengan kesadaran, perasaan, dan kerinduan akan penerimaan.
Penolakan yang ia terima membentuk amarah dan luka mendalam, sementara sang pencipta terus lari dari tanggung jawab.
Hubungan mereka berubah menjadi cermin gelap tentang kesepian, empati yang gagal, dan balas dendam yang menghancurkan.
Ditulis oleh Mary Shelley, Frankenstein adalah karya monumental dalam tradisi Romantisisme Inggris.
Dibingkai oleh perjalanan Robert Walton di Arktik, novel ini menyatukan tragedi ilmiah, kegelisahan batin manusia, dan pertanyaan etis yang tetap relevan di era modern.
Ini bukan sekadar fiksi, melainkan refleksi tajam tentang kesombongan manusia dan batas pengetahuan.
Jika Anda mencari bacaan yang menggugah pikiran dan nurani, Frankenstein: Kesombongan Manusia Modern adalah pilihan yang tepat.
Bacalah, dan temukan bagaimana sebuah kisah klasik mampu menantang cara kita memandang ilmu, tanggung jawab, dan makna menjadi manusia.