Kisah Nabi Musa dan Firaun telah dikenal selama berabad-abad.
Firaun digambarkan sebagai penguasa yang menindas Bani Israil, menolak dakwah Nabi Musa, bahkan mengaku sebagai Tuhan.
Namun, di balik kisah yang begitu populer, masih tersimpan pertanyaan besar yang jarang dibahas.
Apakah “Firaun” merupakan nama seseorang atau gelar bagi para penguasa? Siapakah nama aslinya? Dari mana ia berasal? Dan benarkah peristiwa antara Nabi Musa dan Firaun berlangsung di wilayah Mesir seperti yang dikenal sekarang?
Buku Firaun dan Musa: Menyibak Tabir Misteri Penguasa Kuno Paling Tiran karya Khalid Ali Nabhan mengajak pembaca menelusuri kembali kisah tersebut melalui literatur sejarah Arab klasik dan berbagai temuan yang dibahas oleh penulis.
Dengan sudut pandang yang berani dan tidak biasa, penulis mengemukakan tesis bahwa Firaun pada masa Nabi Musa berasal dari bangsa Amalek di Jazirah Arab.
Ia juga menawarkan pembacaan alternatif mengenai lokasi berlangsungnya kisah Nabi Musa dan Firaun.
Setiap gagasan disertai uraian dan argumentasi yang mengundang pembaca untuk menelaahnya secara kritis.
Buku ini bukan sekadar menceritakan kembali kisah yang telah dikenal. Isinya membuka ruang diskusi tentang sejarah, identitas Firaun, wilayah Mesir kuno, serta hubungan antara riwayat keagamaan dan kajian historis.
Jika Anda menyukai sejarah kuno, kisah para nabi, dan pembahasan yang menggugah rasa penasaran, buku ini layak masuk ke dalam koleksi bacaan Anda.
Miliki sekarang dan temukan perspektif lain di balik pertemuan dua tokoh paling terkenal dalam sejarah.