Pernahkah kita bertanya, mengapa pendidikan terasa semakin maju secara teknologi, tetapi semakin rapuh dalam karakter dan kesadaran kebangsaan?
Di tengah sistem yang sibuk mengejar angka, gelar, dan hafalan, buku Filsafat Pendidikan H.O.S. Tjokroaminoto karya Ayu Lestari mengajak Anda berhenti sejenak dan menengok akar terdalam pendidikan Indonesia.
Melalui pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto, pendidikan tidak dipahami sekadar proses transfer ilmu, melainkan jalan pembebasan martabat manusia.
Ia merumuskan pendidikan sebagai kesatuan akal, hati, dan badan sebuah proses yang membentuk manusia merdeka, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh.
Gagasan Moeslim Nationaal Onderwijs yang diuraikan dalam buku ini memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dan nilai spiritual dapat berjalan beriringan, melahirkan kepemimpinan yang mandiri dan bertanggung jawab.
Buku ini terasa semakin relevan ketika pendidikan hari ini menghadapi krisis makna, ketimpangan akses, dan degradasi nilai.
Pemikiran Tjokroaminoto menawarkan arah baru: pembelajaran yang dialogis, humanis, dan berpijak pada realitas sosial, tanpa kehilangan pijakan moral.
Ia menuntun pembaca memahami pendidikan sebagai alat perubahan, bukan sekadar pencetak lulusan.
Jika Anda ingin memahami pendidikan bukan hanya sebagai sistem, tetapi sebagai proyek peradaban, buku ini layak menjadi rujukan.
Ditulis dengan pendekatan reflektif dan kontekstual, gagasan besar Tjokroaminoto dihadirkan kembali untuk menjawab tantangan zaman modern.
Miliki buku Filsafat Pendidikan H.O.S. Tjokroaminoto sekarang, dan temukan kembali arah pendidikan yang membebaskan, memanusiakan, dan membangkitkan bangsa.