Ada rindu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Rindu yang tidak bisa ditenangkan dengan harta, jabatan, atau dunia.
Rindu yang hanya bisa dipahami oleh hati yang pernah merasa kehilangan sesuatu yang tidak bisa disebutkan, tetapi terasa nyata.
Jalaluddin Rumi menyebutnya sebagai rindu seorang pecinta kepada Kekasihnya.
Fihi Ma Fihi bukan sekadar buku tasawuf, tetapi percakapan jiwa.
Di dalamnya, Rumi tidak hanya menulis, tetapi seolah berbicara langsung kepada hati pembacanya tentang rindu, tentang kehilangan, tentang jarak antara manusia dan Tuhannya, dan tentang perjalanan pulang yang panjang.
Tulisan-tulisan dalam buku ini bukan hanya kata-kata indah, tetapi pengalaman spiritual yang benar-benar dialami oleh Rumi sendiri.
Karena itu, saat membacanya, Anda tidak hanya memahami dengan pikiran, tetapi merasakan dengan hati.
Ada bagian yang membuat hati tenang, ada bagian yang membuat mata basah, dan ada bagian yang membuat kita merasa seperti sedang dicari oleh Tuhan.
Buku ini cocok untuk siapa saja yang sedang mencari makna hidup, yang merasa lelah dengan dunia, yang merasa ada kekosongan dalam hati, tetapi tidak tahu bagaimana mengisinya.
Fihi Ma Fihi bukan buku yang mengajarkan untuk lari dari dunia, tetapi mengajarkan bagaimana hidup di dunia tanpa kehilangan arah menuju Tuhan.
Jika Anda merasa ada sesuatu yang kosong dalam hidup, mungkin bukan karena Anda kurang memiliki, tetapi karena Anda belum menemukan apa yang selama ini Anda cari.
Miliki Fihi Ma Fihi karya Jalaluddin Rumi, dan biarkan buku ini menjadi teman perjalanan jiwa Anda untuk kembali menemukan jalan pulang.