Pernahkah Anda memasuki sebuah bangunan yang sebenarnya megah, namun terasa hambar, dingin, atau bahkan membuat tidak nyaman?
Bukan desain arsitekturnya yang salah, melainkan pencahayaannya yang gagal menonjolkan keindahan ruang tersebut.
Bayangkan jika cahaya bukan sekadar penerang, tapi elemen yang menghidupkan ruang, membangkitkan emosi, dan mengarahkan fokus pada detail arsitektur yang menawan.
Pencahayaan yang tepat mampu mengubah persepsi, meningkatkan kenyamanan, dan bahkan memengaruhi psikologi serta aktivitas penghuninya.
Itulah esensi yang diungkap dalam Buku Desain Pencahayaan Arsitektural karya Parmonangan Manurung.
Buku ini membuka mata Anda bahwa pencahayaan artifisial bukan hanya soal terang atau redup, melainkan seni mengatur cahaya untuk menampilkan informasi visual sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman ruang.
Lebih dari sekadar teori, buku ini membimbing Anda memahami bagaimana cahaya dapat memengaruhi perasaan, fisik, dan cara manusia menikmati sebuah bangunan.
Dari ruang sederhana hingga karya arsitektur megah, pencahayaanlah yang menentukan apakah keindahan itu hadir atau justru hilang begitu saja.
Inilah referensi penting bagi arsitek, desainer interior, mahasiswa, maupun siapa pun yang peduli pada detail arsitektur.
Dengan membaca buku ini, Anda tidak hanya belajar soal pencahayaan, tapi juga memahami kunci menghadirkan ruang yang hidup, nyaman, dan tak terlupakan.
Jangan biarkan desain luar biasa kehilangan pesonanya hanya karena cahaya yang salah.
Kini saatnya Anda memahami seni pencahayaan secara mendalam.