Cinta sering dibicarakan, tetapi tidak selalu dipahami sampai ke kedalaman maknanya.
Dalam pemikiran Ibnu ‘Arabi, cinta bukan sekadar perasaan antara manusia. Cinta menjadi jalan untuk mengenal keberadaan, memahami hubungan dengan Tuhan, dan memandang kehidupan secara lebih utuh.
Aku beragama dengan agama cinta, ke mana pun ia bergerak, maka cinta adalah agama dan keyakinanku.
Melalui buku Cinta Wujudiyah dalam Sufisme, karya M. Minanur Rohman mengajak pembaca menelusuri paradigma cinta Ibnu ‘Arabi yang khas, bertingkat, dan penuh penghayatan.
Gagasan tersebut dikaji melalui karya-karya prosa, puisi, serta pemikiran diskursif sang sufi besar.
Buku ini membuka ruang perenungan tentang bagaimana cinta dapat menjadi dasar religiusitas yang lebih mendalam, rendah hati, dan menghargai sesama.
Bukan keberagamaan yang berhenti pada simbol, merasa paling benar, atau menutup diri dari perbedaan, melainkan penghayatan spiritual yang melahirkan kebijaksanaan dan kemanusiaan.
Disusun sebagai studi dalam bidang tasawuf, filsafat, dan teologi, buku ini menawarkan perspektif bernilai bagi mahasiswa, akademisi, pencinta pemikiran Islam, serta pembaca yang ingin mengenal ajaran Ibnu ‘Arabi secara lebih mendalam.
Mungkin selama ini cinta hanya dipahami sebagai rasa.
Buku ini mengajak pembaca melihatnya sebagai cara berada, cara mengenal Tuhan, dan cara memaknai kehidupan.
Miliki Cinta Wujudiyah dalam Sufisme sekarang dan temukan kedalaman cinta yang dapat memperluas cara pandang sekaligus menghidupkan kembali jiwa keberagamaan.