Di tengah banjir opini, berita, dan perdebatan, banyak orang merasa sudah berpikir kritis.
Namun, pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri: apakah saya benar-benar memahami ini?
Apa asumsi yang saya gunakan?
Apakah saya sedang mengabaikan informasi penting?
Buku Berpikir Secara Metakognitif karya Afthonul Afif mengajak Anda melangkah lebih jauh dari sekadar menyusun dan menguji argumen.
Jika logika informal membantu menyusun alasan yang sahih dan critical thinking melatih kita menilai argumen, maka metakognisi membawa kita pada tahap yang lebih dalam: menyadari cara kita bernalar dan mengambil keputusan.
Di sinilah perbedaan antara pemikir dangkal dan pemikir reflektif. Metakognisi menuntun kita untuk berhenti sejenak, mengevaluasi proses berpikir sendiri, serta berani mengakui keterbatasan.
Kesadaran diri menjadi inti dari kecerdasan intelektual.
Dengan refleksi aktif, kita belajar dari kesalahan, memperbaiki sudut pandang, dan membangun ketangguhan mental.
Buku ini bukan sekadar teori, melainkan strategi intelektual untuk membentuk kebiasaan berpikir yang lebih matang dan fleksibel.
Ia menanamkan kerendahan hati dalam bernalar, ketekunan dalam memahami, dan keberanian mempertanyakan keyakinan pribadi tanpa kehilangan integritas.
Bayangkan jika setiap keputusan yang Anda ambil lahir dari proses berpikir yang sadar, teruji, dan reflektif.
Bukan impulsif, bukan sekadar mengikuti arus, melainkan hasil pertimbangan yang matang.
Ditulis dengan pendekatan yang mendalam namun komunikatif, buku ini relevan bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas berpikir di tengah kompleksitas zaman.
Saatnya menjadikan berpikir kritis bukan hanya keterampilan, tetapi gaya hidup intelektual.
Dapatkan Berpikir Secara Metakognitif sekarang dan mulai latih pikiran Anda untuk berpikir dengan lebih sadar.